Jumat, 01 Oktober 2010

Mengejar Mimpi

Apa yang menjadi mimpi anda ketika anda masih kuliah? saya anda semua pasti mempunyai mimpi yang besar ketika muda. Entah itu ada yang berhasil mewujudkan mimpinya, entah itu tidak. Apapun itu, perjalanan hidup telah membawa saya pada satu kesimpulan, bukan hasil akhir dari mimpi itu yang menjadi penilaian kualitas diri anda, tapi apa yang telah anda lakukan untuk mewujudkan mimpi itu. Dan saya selalu meyakini itu.

Ketika saya masih kuliah, salah satu impian terbesar saya adalah mempunyai usaha sendiri. Tepatnya saat itu saya sangat ingin mempunyai usaha warnet sendiri. Saat itu saya berandai-andai, jika saya punya warnet sendiri maka saya akan menjual jasa layanan internet sebagai jasa utama dan jasa pengembangan web dan konsultasi IT sebagai layanan sekunder dari usaha saya. Hal itu semata-mata karena kedua bisnis tersebut bertumpu pada satu sumber daya, yaitu internet. Betapa saat itu saya menggebu-gebu sekali menginginkan untuk mempunyai bisnis ini, tapi ternyata akses permodalan saat itu sangat sulit bagi saya dan kebanyakan anak muda lainnya ketika akan memulai sebuah usaha.

Meskipun begitu, beberapa kali saya sempat berusaha sekuat tenaga saya untuk mendapatkan modal. Mulai dari keliling ke beberapa bank untuk mencari pinjaman sampai berusaha untuk menggadaikan motor orang tua saya. Saya masih ingat betapa hari itu saya bersemangat memacu motor vespa hitam saya menjelajahi kota untuk memburu bank-bank yang menyediakan fasilitas pinjaman lunak. Satu bank saya masuki, dan satu surat penolakan saya dapat. Begitu terus sampai akhirnya hari itu saya hapal dengan jawaban dari bank yang akan saya masuki. Rasanya kecewa sekali, mungkin saat itu credit advisor yang menilai proposal usaha saya tidak melihat saya kredibel untuk diberi kredit. Terlebih mungkin saat itu dandanan saya yang memakai jins butut, kemeja kusam dan muka lusuh semakin menambah kesan tidak kredibel saya.

Lepas dari usaha mencari modal ke bank yang menemui kegagalan. Saya berusaha mendapatkan modal dari angel investor. Tapi ternyata di luar perhitungan saya, upaya ini menimbulkan pertentangan di keluarga saya. Mungkin untuk alasan ini tidak akan saya jelaskan panjang lebar, singkat kata terjadi pertentangan di keluarga mengenai ide ini. Lepas dari angel investor, saya berusaha mendapatkan modal dari teman saya sendiri. Dimana saat itu teman saya sepakat untuk membuat kongsi bersama dengan saya. Saya pun bersemangat dengan hal ini, sampai tiba-tiba di tengah-tengah rencana yang sudah tersusun rapi teman saya ini membatalkan kesepakatan. Sakit hati dan kecewa rasanya. Tapi yah mau bagaimana lagi, nasib jadi orang gag punya yang banyak keinginan, resikonya ya kecewa.

Selain hal diatas, saya pun pernah memenangi sebuah lomba menyusun proposal bisnis tingkat nasional dengan iming-iming hadiah saat itu adalah akses ke lembaga permodalan sampai dengan ratusan juta rupiah. Sebuah jumlah yang lebih dari cukup bagi saya untuk memulai sebuah usaha warnet yang saya idam-idamkan. Akan tetapi, title sebagai pemenang lomba ternyata tetap tidak membuat saya kredibel di mata pemberi modal. Terlebih sebagai pengusaha yang akan mengawali usahanya. Lembaga permodalan lebih percaya kepada pihak yang sudah berjalan usahanya.

Kegagalan demi kegagalan saya dalam mendapatkan modal tidak lantas membuat saya kecewa saat itu. Justru saat itu saya belajar banyak dari kegagalan saya. Saat itu saya bertekad untuk sebisa mungkin sekuat tenaga saya bagaimana caranya membuat agar diri saya ini kredibel di mata pemberi modal. Agar kelak saya bisa mendapatkan pinjaman modal untuk memulai atau mengembangkan sebuah usaha. Hal ini pula yang menjadi motivasi saya ketika saya mencari pekerjaan. Saya berusaha mendapatkan stabilitas secara finansial untuk meraih status kredibel di pihak bank.

Saat ini saya masih suka gatal dengan ide-ide yang belum sempat terlaksana dulu. Entah kapan saya bisa membuat semua mimpi dan ide tersebut menjadi nyata. Tapi InsyaAllah, saya tidak akan pernah menyerah untuk mewujudkan semua ide dan impian saya. Mudah-mudahan lancar. Amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar