Selasa, 28 September 2010

Penghuni Lab Komputer

Dulu sekitar awal tahun 2003, untuk mendapatkan koneksi internet tidak seperti sekarang ini. Pada waktu itu koneksi internet hanya bisa didapatkan di warnet-warnet yang pada waktu itu posisinya jauh dari kampus atau di kantor-kantor yang sudah memasang fasilitas internet. Itupun kecepatannya tidak seperti sekarang ini. Rata-rata pada waktu itu koneksi internet yang ada hanya 56 Kbps dengan menggunakan dial up modem. Sedangkan untuk jenis koneksi yang dipasang di kantoran dan warnet rata-rata dengan menggunakan leased line dengan kecepatan rata-rata berkisar antara 64 Kbps s/d 256 Kbps. Kondisi seperti itu pun bisa dikatakan sangat jarang ditemui. Jangan bertanya tentang fasilitas WiFi atau fasilitas internet gratis seperti yang bisa dengan mudah ditemui di berbagai kampus atau di berbagai tempat publik seperti sekarang ini. Pada waktu itu teknologi tersebut masih baru akan berkembang dan masih menjadi perdebatan di forum-forum diskusi.

Untuk menyiasati kebutuhan internet saya saat itu, saya seringkali bergaul dengan orang kampus di bagian perlengkapan yang kelak menjadi partner saya, David namanya. Melalui David ini saya bisa dengan bebas menggunakan fasilitas kampus yang sebenarnya bisa dibilang tertutup untuk mahasiswa. Jangan bilang warnet, saat itu mengeluarkan uang 5000 rupiah per jam untuk mendapatkan koneksi internet bagi saya adalah terbilang mahal, dikarenakan keuangan saya yang sangat terbatas. Oleh karena itu, solusi bergaul dengan orang kampus adalah solusi yang sangat brilian saat itu. Melalui David ini, saya diberi akses untuk menggunakan fasilitas laboratorium komputer milik kampus yang ironisnya bagi saya saat itu, tidak boleh digunakan oleh mahasiswa.

Laboratorium komputer milik kampus ini terletak di lantai 3 gedung kampus STMB yang terletak di Gegerkalong Hilir. Pada waktu itu kampus ini masih terbilang sepi kegiatan, karena mahasiswanya rata-rata per angkatan hanya 50 orang. Dan kegiatan belajar mengajar semuanya dipusatkan di lantai 4 untuk S1, dan lantai 2 untuk kegiatan administrasi dan belajar mengajar S2. Oleh karena itu lantai 3 ini terkenal sebagai lantai yang jarang digunakan dan jarang dimasuki oleh mahasiswa. Tapi demi mendapatkan akses internet gratis, saya bela-belain untuk melawan semua rasa takut dan khawatir itu, walaupun saat itu kecepatan akses yang saya dapatkan tidak lebih dari 56 Kbps dengan menggunakan dial up modem. Bagi saya saat itu jika sudah mendengar atau merasakan hal-hal aneh, saya cukup menjejali telinga saya dengan ear phone atau mengencangkan volume dari speaker, sehingga yang terdengar hanya suara keras dari MP3 yang diputar.

Seringkali ketika saya bosan dengan kegiatan belajar mengajar di kelas, saya kabur dari kelas dan masuk ke lab komputer ini. Entah untuk sekadar membuka-buka forum, mailing list atau chatting dengan teman-teman dengan menggunakan Yahoo Messenger atau IRC. Ya, jangan bilang social networking semacam Facebook, Friendster, Twitter atau apapun namanya, karena saat itu media seperti ini belum begitu hits dan terkenal. Saat itu untuk bisa mendownload 1 file MP3 saja senangnya bukan main.

Selain hal diatas, hal-hal yang saya lakukan ketika saya berada di lab komputer adalah belajar sepuas-puasnya, apapun yang ingin saya ketahui, meskipun hal itu tidak berkaitan dengan kuliah saya tapi saya gag pernah ambil pusing dengan itu semua. Bahkan seringkali ketika teman-teman saya sibuk dengan tugas-tugas kuliah, saya malah asik-asik mencoba mainan crimping tools dan ethernet tester. Untuk mengetahui perkembangan terkini dari teknologi sangat menarik dan jauh lebih menarik dibandingkan dengan apa yang sedang in di pergaulan saat itu. Saat itu saya bangga untuk menjadi yang pertama kali memakai thumb drive / flash disk seukuran jempol dengan kapasitas 32 MB, karena pada waktu itu orang-orang masih berkutat dengan disket-disketnya.

Kadang kalau dipikir-pikir, masa-masa seperti itu rasanya tidak akan pernah terulang lagi. Saat itu rasanya ringan sekali untuk mengambil keputusan. Hidup rasanya jauh lebih mudah saat itu. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar