Senin, 20 September 2010

Quantum eCommerce College

Entah apa yang ada di pikiran saya saat itu. Selepas kegagalan saya masuk ke Akademi Militer, saya memutuskan untuk mengambil kursus professional 1 tahun di tempat ini. Saat itu padahal saya ditawari untuk kuliah di Jogja oleh orang tua saya, dan hari itu juga saya diberi uang untuk membeli formulir pendaftaran di salah satu universitas di Jogja, tapi mungkin karena memang sudah menjadi jalan hidup saya, maka saat itu saya memutuskan untuk mengikuti kursus 1 tahun di Quantum eCommerce College.

Undangan untuk mengikuti kursus ini saya dapatkan dari surat pemberitahuan yang datang ke rumah saya. Dan dengan dasar surat pemberitahuan tersebut saya pun menuju ke lokasi tempat kursus tersebut di Jalan Dago dengan diantar oleh teman saya Qnoy. Dimana saat itu di tahun 2000, yang namanya Jalan Dago itu benar-benar sejuk oleh rimbun pepohonan, dan kendaraan yang masih sangat sedikit, sangat kontras dengan kondisi saat ini.

Sesampainya di kantor tempat kursus ini, saya disambut oleh salah seorang alumninya (dimana kelak saya akan banyak berhubungan dengan orang ini). Saat itu saya ditawari masuk dan diberi prospek mengenai industri telematika di masa yang akan datang. Atas dasar saya gampang dibohongi oleh statement kemudahan mencari pekerjaan, maka sayapun memutuskan untuk mendaftar di tempat kursus ini. Padahal saat itu saya tidak begitu memahami seperti apa sebenarnya prospek kerja di dunia yang saat itu akan saya masuki. Internetpun saya baru mengenal beberapa bulan sebelumnya, bahkan komputer pun saya belum terlalu paham.

Keputusan saya tersebut rupanya mendapat tentangan dari berbagai pihak termasuk keluarga besar saya, dimana saat itu saya harus beradu argumen mengenai statement kemudahan mencari kerja tersebut :), tapi satu satunya orang yang mendukung saya adalah ibu saya. Ya, ibu saya meskipun tidak lulus SD saat itu mengatakan kepada saya, jika memang ini menjadi pilihan saya maka jalani saja, karena kelak saya sendiri yang merasakan manfaatnya. Ibu saya menengahi perbedaan pendapat saya dengan keluarga saya adalah dengan memberikan statement tambahan, bahwa keputusan saya mengambil kursus ini adalah untuk menunggu pendaftaran akademi militer di tahun depan.

Akhirnya, saat itu saya pun memulai memasuki dunia teknologi informasi dengan menjadi peserta kursus eCommerce, sesuatu hal yang sangat tidak umum saat itu. Keputusan ini adalah keputusan yang membawa perubahan besar dalam hidup saya.

Ya, gagal masuk akademi militer, gagal kuliah di jogja...tapi ada hikmahnya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar