Saya ingat waktu itu saya berangkat setiap hari dengan naik angkot dari rumah saya di daerah Dayeuh Kolot pukul 6 pagi, dimana biasanya saya akan sampai di Gegerkalong sekitar pukul 8 pagi. Yang jadi penunjuk waktu saya saat itu adalah jam dinding yang digantung di pohon mangga di pinggir Jalan Gegerkalong Hilir. Karena jam tersebut digantung di pohon, maka saya sebut jam pohon. Dimana, jika jam pohon tersebut menunjukkan waktu pukul 8 kurang 10 menit, berarti saya tepat waktu, sementara jika jam pohon tersebut menunjukkan waktu pukul 8 tepat, maka saya telat, karena posisi kampus yang ada di dalam kompleks dan jauh dari tempat saya turun angkot, mengharuskan saya untuk berlari agar saya bisa masuk kelas tepat waktu, atau istilahnya waktu itu agar tidak disuruh menutup pintu dari luar. :)
Yup, waktu itu saya terbiasa sampai di kelas dengan keringat bercucuran dan nafas terengah-engah. Karena harus berlari sekitar 500 meter dan ditambah dengan naik tangga 4 lantai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar