Vespa turunan dari adik saya ini keluaran tahun 1982 jenis PS-150 berwarna hitam. Jangan dikira vespa yang saya punya saat itu adalah vespa bagus dan mulus layaknya vespa milik para kolektor. Vespa saya saat itu mungkin dari segi mesin saat itu termasuk mulus, karena jarang mogok dan agak rajin dirawat. Sementara dari bodi dan kelengkapan... :) mungkin bisa dibilang menyedihkan. Vespa saya itu sudah tidak punya jok belakang, hanya ada jok depan saja. Selain itu tidak ada juga lampu sign, lalu kondisi lampu depan sudah begitu redup dan tidak ditutup oleh dop. Rem depan dicopot, sebagai pengaman hanya disediakan rem injak di bagian bawah. Singkat kata, pokoknya menyedihkan lah.
Tapi saat itu saya tidak merasa malu untuk memakainya. Saya selalu memakai vespa tersebut kemana-mana. Untuk pergi ke kampus, ke kantor (kerja sambilan :D ), atau kemana saja. Saya tidak malu untuk menawarkan boncengan saya ke siapapun yang membutuhkan. Mau itu laki-laki atau perempuan. Kalau teman laki-laki sih mungkin ditawari boncengan mereka tidak akan pikir panjang lagi, langsung hayu aja naik. Berbeda dengan teman perempuan, sebagian ada yang menolak dengan halus dan sebagian lagi ada yang mungkin menjauh jika saya sudah mendekat dengan vespa hitamnya T.T
Selama saya pakai vespa, saya tidak pernah mengalami masalah berarti. Sekali-kalinya saya mengalami masalah itu sewaktu kabel gas putus. Dan karena saat itu saya kurang begitu paham dengan masalah ini saya nekat saja bawa vespa itu pulang ke rumah dengan cara mendorongnya. Bukan 1 kilo atau 2 kilo, tapi saya mendorongnya sampai 19 kilo! dari Jalan Naripan Bandung sampai ke rumah saya di Dayeuh Kolot. Banyak yang berhenti untuk sekedar nawarin bantuan bahkan ada yang nawarin untuk menderek motor saya. Tapi uluran bantuan mereka saya tolak karena tidak ingin merepotkan mereka. Selain itu jika ada razia polisi atau ada pemeriksaan surat-surat, polisi tidak pernah ada yang menilang atau memberhentikan vespa saya. Padahal saat itu saya sering lupa bawa surat-surat.
Selain masalah di atas, secara teknis saya mengakui kehebatan mesin 2 tak 150cc keluaran vespa ini. Motor ini termasuk handal untuk dibawa berjalan-jalan menjajal tanjakan. Meskipun secara bahan bakar termasuk boros. Tapi secara keseluruhan, motor ini layak untuk dijadikan koleksi.
Kalau diingat-ingat lagi, seringkali saya tergoda untuk ingin memiliki lagi motor seperti ini. Tidak muluk-muluk, Vespa PS 150 tahun 1982 saja sudah cukup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar